Secercah Harapan, Pemanfaatan Teknologi Secara Tepat

Sebenarnya aku tak tahu persis acara yang akan aku hadiri hari ini. Hanya ada satu keinginan yang selama ini memang selalu kupupuk dan kurawat agar terus tumbuh dengan semestinya. Silaturahim. More >

26 Set Al Quran Braille telah di Distribusikan di Yogyakarta

Maaf. Sekali lagi maafkanlah kelalaian kami hingga terlambat membuat laporan ini. Kami terlalu menyibukkan diri untuk mencari dokumentasi dari Sahabat-sahabat yang pada saat itu membawa kamera untuk mengabadikan peristiwa yang cukup bersejarah bagi kita di kota Yogyakarta ini. Kamera yang mengabadikan penyerahan Mushaf Al-qur’an Braille oleh Sekda Kota Yogyakarta yang mewakili Walikota Yogyakarta kepada peserta Diklat Al-qur’an Braille. Hingga mata kita terhindar dari foto seperti ini. More >

Undangan Seminar untuk Guru Pendidikan Agama Islam

Al-qur’an, computer dan internet. Bagaimanakah cara tunanetra mengakses ketiganya sebagai upaya mengatasi kebutaan informasi ?

Kepada

Ykh. Kepala SMP/MTs/SMA/SMK/MA se-Kota Yogyakarta

Di tempat

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sebagai muslim, tanpa terkecuali, mustahil untuk berlepas diri dari Al-qur’an. Karena inilah satu-satunya cara agar bisa tetap berada di jalur yang tepat. Hingga kebahagiaan di dunia maupun di akherat yang senantiasa didoakan benar-benar bisa diraih. Hal ini tidaklah terasa begitu sulit bagi mereka yang masih diberi amanah untuk bisa menikmati lekukan-lekukan indah hijaiyyah dengan penglihatannya. Lalu bagaimana bagi mereka yang sudah diambil amanah itu ? More >

Sahabat Mata, Loenpia dan RoTIFreSh

Allah SWT selalu menghibur hamba-Nya dengan ‘keceriaan untuk berbagi’. Itulah yang selalu kami rasakan. Di tengah tumpukan masalah yang semakin meninggi, datang ‘keceriaan untuk berbagi’, subhanallah.

Ini kali kedua kami, Come_unity – Komunitas Sahabat Mata, hadir di ruang Prambanan Hotel Santika Premier. Menetapi undangan dari teman-teman dari Loenpia dan Roti Fresh, untuk ‘berbagi keceriaan’. More >

Yogya, Langkah Awal Membangun Silaturahim

Rabu, 9 Juli 2010.

Pagi yang cerah. Di awalli dengan doa agar ‘sensitif’ yang menggelayuti hari-hari kemarin  semoga berlalu. Maafkan aku tak tahu harus menyebutnya apa. Aku tak ingin ada Sahabat yang terluka akibat kebodohanku. Maafkan aku Mbak Nida, Sahabat dari Lumpia, yang sempat mendengar ketusnya suaraku via handphone di tengah deru lalu lalang kendaraan di atas jembatan Banjir Kanal Barat. Juga Mas Sasongko, pembuat tahu bakso kesukaan keluargaku, yang sempat pula menerima sengatan lisanku yang tak mengenakkan. Semoga Allah SWT mengampuni kecerobohanku. More >