KACAMATA UNTUK ANAK KITA

Bagi seorang anak di usia sekolah, mata sangatlah berpengaruh dalam mengikuti proses pembelajarannya. Sehingga gangguan pada mata akan sangat berpengaruh pada kualitas penikmatan pembelajaran tersebut. Dan ini juga akan sangat mempengaruhi hasil akhir proses belajar mengajar yang mereka ikuti.

Pada umumnya gangguan pada mata sebagian besar adalah karena adanya myopi pada mata. Kondisi ini menyebabkan penurunan penglihatan jarak jauh dari si anak. Sehingga ketika dalam proses belajar mengajar anak tersebut tidak bisa secara sempurna mengakses apa yang ada di papan tulis di depan kelas. Hal ini berakibat pada menurunnya tingkat pemahaman anak akan materi pembelajaran yang disampaikan. Jika dibiarkan tanpa penanganan tidak saja mengakibatkan prestasi belajar yang menurun, akan tetapi dampak psikologi pada si anak juga akan terbawa dalam kehidupan kesehariannya.

Sebenarnya kondisi ini bisa dibantu dengan pemakaian kacamata untuk mengoreksi penglihatan sehingga penglihatan bisa menjadi lebih baik. Akan tetapi harga kacamata saat ini untuk sebagian besar masyarakat masih dirasakan sangat mahal sehingga masih sangat banyak yang seharusnya menggunakan kacamata tetapi tidak mampu membeli.

Untuk itulah maka Come_unity lewat Komunitas Sahabat Mata menyelenggarakan Pentas Amal “Perjalanan Cahaya” untuk 1000 Kacamata bagi Anak Kita.

Perlu diketahui pentas ini menampilkan teater yang semua pemainnya adalah tunanetra. Pentas ini ditargetkan bisa dinikmati oleh 2000 ( dua ribu ) penonton. Serta hasil penggalangan kacamata disumbangkan kepada 1000 (seribu) anak sekolah (SD, SMP, SMA) yang membutuhkan dari keluarga kurang mampu di Kota Semarang.

Perlu diketahui, sampai tulisan ini dibuat, teater ‘Perca’ sudah melakukan 4 (empat) kali pementasan, yaitu :

  1. 7 September 2008 di auditorium RRI Semarang dengan naskah ‘Perjalanan Cahaya’.
  2. 25 Desember 2008 di Auditorium RRI dengan naskah ‘Lesatan Cahaya’.
  3. 3 Maret 2009 di Gedung Jedah Asrama Transit Haji Semarang dengan naskah ‘Lesatan Cahaya’.
  4. 4 Oktober 2009 di Gedung Jedah Asrama Transit Haji Semarang dengan naskah ‘Endap Cahaya 2’.

Dan sampai dengan hari ini sudah 352 (tiga ratus lima puluh dua) buah kacamata yang disumbangkan kepada siswa-siswii SD/SMP/SMA di Kota Semarang.

Jika anda ingin berpartisipasi dalam program ini, silahkan salurkan bantuan anda kepada :

Panitia Pentas Amal ‘Perjalanan Cahaya’ untuk 1000 Kacamata bagi Anak Kita

No.rek. 917 6137199 a.n. Basuki

Bank Muamalat Cabang Semarang

Hanya dengan Rp. 125.000,00 (seratus dua puluh lima ribu rupiah) kita bisa membantu memberikan kacamata gratis bagi mereka yang memang membutuhkan.

Semoga Allah SWT selalu melingkupi kita dengan keridhoan-Nya, Amin.

Daftar Sekolah yang Siswa-Siswinya Menerima Kacamata

Program Pentas Amal ‘Perjalanan Cahaya’ untuk 1000 Kacamata bagi Anak Kita

No. Sekolah Jumlah
1. MI Gebang Anom 13 siswa
2. SDIT Isslamadina 2 siswa
3. SMP Muhammadiyah 4 64 siswa
4. SMA Muhammadiyah 1 10 siswa
5. MI At-Takwa 6 siswa
6. SMA Negeri 8 17 siswa
7. SD Muhammadiyah 03 9 siswa
8. MI Al-Iman Banaran 14 siswa
9. MI Roudhotul Huda Sekaran 4 siswa
10. MI Gisikdrono 8 siswa
11. SDIT Nurul Islam 3 siswa
12. SD Negeri Gebangsari 1-2 7 siswa
13. SMP Negeri 6 48 siswa
14. SMA Negeri 2 5 siswa
15. MTS/MA Infarul Goy 8 siswa
16. MTs/MA Baitussalam 30 siswa
17. SD Muhammadiyah 08 5 siswa
18. SMP Negeri 23 60 siswa
19. MTs Uswatun Hasanah 12 siswa
20 MA Uswatun Hasanah 12 siswa
21 MI Darul Ulum 15 siswa
Jumlah 352 siswa

Tata cara pemberian kacamata gratis :

1.    Pihak sekolah mengajukan permohonan kepada panitia.

2.    Dilakukan pemeriksaan mata kepada seluruh siswa di sekolah yang bersangkutan oleh tim pemeriksaan mata dari panitia.

3.    Hasil periksa diberikan kepada sekolah.

4.    Sekolah merekomendasikan kepada panitia siswa-siswa yang perlu dibantu dengan kacamata gratis.

5.    Panitia akan membuatkan kacamata setelah mendapatkan masukan dan rekomendasi dari tim periksa mata atau dokter spesialis mata jika memang diperlukan.

6.    Jika memang diperlukan atau ada kasus-kasus yang perlu penanganan khusus, pihak sekolah wajib mengkonsultasikan kepada orang tua siswa.