Archive for February, 2010
Serial Sajadah Ungu (3) : Kutemukan Allah dari Lisan Adikku
Feb 27th
Menjelang operasiku yang pertama aku tinggal di Yogyakarta. Aku tinggal di rumah bibi bersama adikku yang memang sekolah di sini. Saat itu adikku baru kelas satu di SMA Negeri 2 Yogyakarta.
Kamar yang kami tempati agak terpisah dari rumah induk. Kami berada di lantai dua. Cukup luas untuk ukuran sebuah kamar. Begitulah rumah bibiku, masih dengan gaya rumah jawa yang asli.
Ada sungai kecil di sebelah rumah bibiku itu. Walau kecil tapi aliran arusnya cukup deras hingga suara gemericik airnya sampai ke dalam kemar. Itu menjadi hiburan tersendiri bagiku. Kadang diselingi dengan suara gesekan batang-batang bamboo yang tumbuh di sekitar halaman yang tertiup angin. More >
Serial Sajadah Ungu (2) : Darah pun Mengucur di Dalam Bola Mata Saya
Feb 25th
“Benar. Pak. Orang lain memang tidak bisa melihat. Tetapi saya melihatnya jelas sekali, darah seperti air mancur di dalam bola mata saya. Jadi saya sangat ketakutan setiap kali melihat cahaya, karena kucuran darah itu menjadi semakin jelas kelihatan di dalaam bola mata saya”
Kata-kata itu tak mungkin lepas dari ingatan saya. Dengan seksama dan penuh perhatian saya mendengarkan Mas Sinyo alias Son Haji menuturkan pengalamannya.
“Awalnya,” Mas Sinyo membuka ceritanya. “Mata saya terasa gatal seperti kelilipen. Dan itu tidak hilang-hilang.”
“Saya kemudian ke dokter mata yang membuka praktek di Jl. Majapahit. Waktu itu saya masih bisa mengendarai motor sendiri, Pak. Dokter pun kaget dengan kondisi mata saya. Saya langsung dirujuk ke sebuah rumah sakit yang waktu itu memang khusus rumah sakit mata di Jl. S. Parman karena kemungkinan ada penyumbatan pembuluh darah. Di dalam bola mata saya” More >
Serial Sajadah Ungu (1) : Gagal ke Jepang
Feb 24th
Aku dilahirkan pada tanggal 6 Juni 1980. Tepat sama dengan tanggal lahir Sang Proklamator, Soekarno. Saat itu, ini merupakan kebanggaan tersendiri. Bahkan pemikiran-pemikiran Soekarno sangat lekat dengan cara pandangku terhadap dunia ini.
Di tengah hingar-bingar kehidupan remajaku, aku sempat kuliah di Fakultas Hukum di sebuah perguruan tinggi swasta di Salatiga. Aku mulai masuk kuliah tahun 2008.
Setahun sebelum aku masuk kuliah, Bapak terserang satu penyakit yang cukup menguras perhatian kami sekeluarga. Bapak mengidap diabetes dan gagal ginjal.
Seminggu dua kali aku mengantar beliau untuk cuci darah ke Semarang. Rutinitas ini membuat aku paham betul dan sangat bisa merasakan penderitaan yang harus ditanggung bapak. Aku bisa melihat sendiri ekspresi bapak menahan rasa sakit yang sangat ketika proses cuci darah berlangsung. Selama proses itu aku yang melayani kebutuhan bapak, mulai mengambilkan minum, makan sampai mengelap keringat yang membasahi dahi bapak. More >
Endap Cahaya : Ketika Tunanetra Bertanya
Feb 22nd
Manusia bisa selamat
Manusia bisa masuk surga
Manusia bisa bersua dengan senyum Allah kelak di akhirat
Mungkin tak akan pernah ada surat Al-qadr
Saudaraku, hanya linangan air mata yang sulit untuk dihentikan ketika amanah penglihatan ini diambil kembali oleh Sang Pemilik. Gelap rasa tiada bertepi. Sulit rasa tuk bedakan langit dan bumi. Yang terpegang hanyalah semata tuk penguat imbang diri yang nisbi. More >
Kerjasama dengan KJKS Kaliwungu Kendal
Feb 21st
Alhamdulillah, satu pertautan silaturahim kembali dijalin oleh Komunitas Sahabat Mata. Kali ini atas inisiatifMas Udin, salah seorang pegawai Dinas Peternakan Kabupaten Kendal, beliau memperkenalkan Komunitas Sahabat Mata kepada Bapak Heru, ketua Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) Tawakal Kaliwungu Kendal. Gayung pun bersambut, Teman-teman di Komunitas Sahabat Mata diberikan satu kesempatan untuk memperkenalkan apa dan siapa Komunitas Sahabat Mata kepada seluruh anggota Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah (KJKS) Tawakal Kaliwungu Kendal pada acara RAT. More >




