Archive for March, 2010
Serial Sajadah Ungu (5) : Gerbong Gelap 2
Mar 29th
Ada kilatan cahaya di dalam gerbong kereta yang gelap ini. Lampu di dalam gerbong sudah dinyalakan kembali. Suara riuh rendah pedagang asongan yang masuk mengagetkan para penumpang yang sudah tertidur lelap.
Kepanikkanku semakin menjadi. Aku tak ingin orang lain melihat mata kananku yang legam karena darah kental yang belum dikeluarkan dari dalam bola mata. Aku juga tak ingin orang lain mengetahui kalau aku tak bisa melihat apa-apa. Aku pun tak ingin kehilangan dompetku yang isinya tak seberapa ini. More >
Seminar dan Diktat Al-Quran Braille V
Mar 23rd
Mushaf Al-qur’an, Aksesibilitas untuk Semua
Dalam upaya agar bisa memberikan manfaat untuk sesama, dengan cara menginspirasi dan memotivasi, maka pada pelaksanaan seminar dengan tema “ Mushaf Al-qur’an, Aksesibilitas untuk Semua” yang terangkai di acara Seminar dan Diklat Al-qur’an Braille V, kami akan mengundang guru-guru Pendidikan Agama Islam SMP/MTs dan SMA/MA se-Kabupaten Kudus jawa Tengah Indonesia. Insya Allah seminar ini akan kami selenggarakan pada hari Kamis tanggal 29 April 2010 di aula PTNTRW Pendowo Kabupaten Kudus Jawa Tengah Indonesia. More >
Mengalahkan Games
Mar 23rd
Pelajaran ini kami dapatkan ketika anak-anak mulai rebut memperebutkan computer untuk bermain games. Seperti biasa terjadi, ketika sedang asyik bermain games di computer, hamper dipastikan diakhiri dengan keributan. Jarang ada yang mau mengalah untuk bergantian bermain games di computer itu. Kalau toh mau bergantian, biasanya sambil menggerutu. More >
Lesatan Cahaya
Mar 18th
Ketunanetraan
bukanlah akhir dari segala-galanya
Ketunanetraan
Bukanlah cakrawala batas ruang untuk berkarya
Ketunanetraan
Adalah amanah agar tetap menghamba pada-Nya
Ketunanetraan
adalah nikmat penghantar pembuka pintu surga
Ketunanetraan
Adalah pahala
Semangat kami bak lesatan cahaya di ruang hampa
(abulala, cita-cita yang tak mungkin padam)
Sumur Roumah, The Secret of Ukhuwah
Mar 15th
Setelah hijrah ke Yatsrib, yang kemudian berubah nama menjadi Madinah, kehidupan kaum muslimin mulai ditata dengan aturan-aturan yang berdasarkan ketentuan-ketentuan Allah SWT yang termaktub di dalam Al-qur’an. Rasa persaudaraan ditanamkan dengan sangat kuat oleh Rasulullah. Orang-orang non muslim yang mengikatkan diri dengan piagam Madinah pun bisa hidup dengan tenang dan damai di bawah jaminan keamanan dari pemerintahan Islam saat itu.
Satu ketika Madinah dilanda kekeringan yang sangat. Sumur-sumur mulai kehilangan sumber airnya. Hingga penduduk Madinah kesulitan untuk mendapatkan air. More >


