26 Set Al Quran Braille telah di Distribusikan di Yogyakarta
Maaf. Sekali lagi maafkanlah kelalaian kami hingga terlambat membuat laporan ini. Kami terlalu menyibukkan diri untuk mencari dokumentasi dari Sahabat-sahabat yang pada saat itu membawa kamera untuk mengabadikan peristiwa yang cukup bersejarah bagi kita di kota Yogyakarta ini. Kamera yang mengabadikan penyerahan Mushaf Al-qur’an Braille oleh Sekda Kota Yogyakarta yang mewakili Walikota Yogyakarta kepada peserta Diklat Al-qur’an Braille. Hingga mata kita terhindar dari foto seperti ini.
Semoga Allah mengampuni kelalaian kami. Dan memandaikan kita untuk mengambil posisi dalam memandang hidup ini. Amin.
Seminar yang melegakan
Di dalam dunia ketunanetraan, Sahabat-sahabat kita di Yogyakarta jauh lebih senior dari kita yang asal Semarang ini. He 7x. Makanya agak degdegan juga ketika kita mengawali perhelatan kali ini. Alhamdulillah ada Mbak Risma yang cukup mumpuni untuk mencahayakan suasana. Lantunan ayat-ayat Al-qur’an mengalir dengan lembut dari Muhammad Fuad Gufron (tunanetra total anggota DPD ITMI Kota Yogyakarta), calon peserta diklat, melanjutkan basmalah yang diucapkan Mbak Risma yang diamanahi untuk menjadi Pembawa acara.
Dilanjutkan dengan selayang pandang tentang ‘Perjalanan Cahaya’, Sebuah lintas perjalanan yang telah dilakoni oleh Sahabat-sahabat di Come_unity – Komunitas Sahabat Mata. Duka dan suka menjadikan riuhnya perjalanan itu. Ya itulah yang harus dijalani. Rizqi Ristanto, salah seorang penghuni ‘Rumah Sahabat’ yang low vision, mendemonstrasikan kebolehannya dalam mengoperasikan Al-qur’an Digital menggunakan computer bicara untuk tunanetra. Dengan jemarinya ia mulai mengoperasikan Al-qur’an Digital, hingga dari netbook kecil itu terdengar lantunan merdu suara Al-Ghomidi.
Dari Kementrian agama Kota Yogyakarta yang diwakili oleh Kasi Penamas memberikan apresiasi terhadap Program Pengembangan Aksesibilitas terhadap Mushaf Al-qur’an bagi Mereka yang Berkebutuhan Khusus ini. Setelah itu, Andhy Setiono (tunanetra total yang sekarang sedang duduk di bangku kelas 12 IPS SMA Muhammadiyah 1 Semarang) menunjukkan kebolehannya surfing di internet. Bisa dipastikan website pertama yang dibukanya adalah www.jalancahaya.org ( he 7x). Ya itu adalah websitenya Come_unity – Komunitas Sahabat Mata.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta yang hadir dalam kesempatan kali ini juga memberikan sambutan yang cukup menggembirakan Sahabat-sahabat tunanetra di Kota Gudeg ini. Pak Sekda kota Yogyakarta yang mewakili Walikota Yogyakarta membuka Seminar dan Diklat Al-qur’an Braille VI sekaligus menyerahkan secara simbolis mushaf Al-qur’an Braille kepada calon peserta diklat. (Maafkanlah foto di atas, please).
Akhirnya seminar pun dimulai.
Pak Muhammad Khirzin dari MUI Kota Yogyakarta sebagai pembicara utama cukup handal untuk memukau hadirin dengan pemaparannya. Sementara pembicara dari Sahabat Mata juga ……..
Diklat Al-qur’an Braille
Target panitia ternyata dapat dilampaui di kesempatan kali ini. Peserta diklat berjumlah 26 orang, padahal target panitia hanya 25 orang (daftar peserta diklat penerima wakaf Mushaf Al-qur’an Braille silahkan lihat di akhir tulisan ini).
Oleh instruktur, Ibnu Abdillah (Semarang) dan Ahmad Masykuri (Yogyakarta), peserta dikelompokkan menjadi tiga kelas. Kelas A adalah mereka yang memang sama sekali belum bisa atau belum kenal dengan huruf hijaiyya Braille. Mereka berjumlah 7 orang dan ditangani oleh asisten instruktur, Sofyan (Semarang).
Kelas B adalah mereka yang sudah mengenal dan bisa membaca huruf hijaiyyah Braille tetapi belum lancar. Kelas ini dihuni oleh 8 peserta. Diasuh oleh Ahmad Maskuri (Yogyakarta).
Kelas C adalah mereka yang sudah lancer membaca huruf hijaiyyah Braille. Kelas ini memang diarahkan untuk menjadi kelas TOT dengan harapan mereka kelak bisa mengajarkan kepada yang lainnya. Kelas berpenghuni 11 orang ini ditangani langsung oleh Ibnu Abdillah (Semarang).
Selain mendapatkan ilmu seputar mushaf Al-qur’an Braille, peserta juga mendapatkan suntikkan inspirasi dan motivasi untuk bisa mempertanggungjawabkan ketunanetraannya kelak di hadapan Sang Maha Pencipta. Alhamdulillah, setelah merampungkan diklat, setiap peserta membawa pulang satu set Mushaf Al-qur’an Braille ke rumah masing-masing.
DAFTAR PESERTA DIKLAT AL-QUR’AN BRAILLE 6
Penerima wakaf mushaf Al-qur’an braille
YOGYAKARTA, 7-8 JULI 2010
| NO | NAMA PESERTA | KOTA ASAL |
| 1 | Arinta Anggreni Rumaleyan | Jayapura |
| 2 | Hindah Qonaah | Semarang |
| 3 | Tri Umaryadi | Bantul |
| 4 | Tris Munanadar | Purworejo |
| 5 | Ngadino | Bantul |
| 6 | Muhammad Fuad Ghufron | Magelang |
| 7 | Sulastri | Bantul |
| 8 | AriniMusfiroh | Magelang |
| 9 | Triyanto | Temanggung |
| 10 | M. Syarifudin | Banjarnegara |
| 11 | Ardi Nugroho | Purworejo |
| 12 | Hadirin | Banjarnegara |
| 13 | Muhammad Munir | Bantul |
| 14 | Suryanto | Yogyakarta |
| 15 | Satimin | Banyumas |
| 16 | Nasikhun | Yogyakarta |
| 17 | Arif Triyono | Yogyakarta |
| 18 | Chomsatun | Gunungkidul |
| 19 | Dyah Witasoka | Bantul |
| 20 | Fajar Abdul Amin | Magelang |
| 21 | Deni Septyan Nugroho | Wonosobo |
| 22 | Slamet Sobari | Kebumen |
| 23 | Ahmad Nur | Demak |
| 24 | Imam Mahdi | Gunungkidul |
| 25 | Abdurrahman Shahabuddin Fida | Bantul |
| 26 | Syaiful Anwar | Grobogan |
(Sahabat mata 01)









