Inspirasi

Rekreasi, Bukti dan Aksi (Refleksi Isra’ Mi’raj)

Andai aku hidup di saat peristiwa isra’ mi’raj itu terjadi, apa yang aku lakukan ?

Pertanyaan ini mencuat begitu saja ketika aku membaca buku Hayyatun Muhammad karya Haekal pas di bab yang menceritakan isra’ mi’raj. Pertanyaan itu membuatku bergidik ngeri. Tak kuasa aku membendung tetesan air mata kengerian itu. More >

Mutiara Yang Sering Terabaikan

Lisanku tak sanggup berucap

Bahkan helaan nafas pun seakan terlalu membebani

Ketika bapak itu menceritakan kondisi ‘mutiaranya’

Diiringi isak lirih sang ibu di sampingnya

“Akhirnya kami tahu

Bahwa mutiara kami selain tunanetra juga tunarungu” More >

Jadilah Pejuang!

Ketika aku diminta Pak Basuki menulis tentang kesan interaktif bersama Mas Sinyo sore ini, Ahad 16 Mei 2010 pukul 16.30-17.30, aku nggak tau harus nulis apa. Terlalu speechless, banyak yang ingin aku tulis, tapi bingung harus mulai darimana. Aku bukan penulis kesan yang baik, takutnya kalimatku tak tersusun dengan rapi.

Hari sebelumnya Risma sms “ Wid minggu siaran ya, Risma pulkam” bingung deh aku, mana nggak ada satupun kru DAIS yang bisa gantiin. Bukannya aku nggak mau, aku saat itu ada janji, janji dengan sesorang yang kalo aku batalkan, segala sesuatunya berantakan. Lagian aku juga ga mau siaran setengah hati, ini bukan masalah pekerjaan tapi masalah tanggung jawab kepada pendengar dan Allah. Akhirnya kupaksa deh buat berangkat kerja, toh umpama aku nggak niat siaran, mungkin Pak Basuki juga nggak nyadar, pikirku (maaf ya Pak) More >

Amplop Plastik, The Secret of Change

Ada satu pertanyaan yang sering aku lontarkan kepada teman-teman baru. Baik benar-benar baru pertama kali berkenalan. Atau baru saat itulah ada kesempatan untuk bertanya.

Jika pada suatu hari di kantor atau di rumah anda kedatangan seorang tunanetra, apa yang pertama kali muncul dalam pikiran anda ?

Jawabannya hampir seragam, minta sumbangan. More >

Demam Berdarah, The Secret of Aqidah

Rumah itu tepat di belakang sebuah rumah gedung yang cukup bagus. Menempel didingnya. Masuk lengkong di samping rumah gedung yang bagus itu, baru kita akan bertemu dengan rumah setengah papan itu. Lantai plesteran kasar yang dibuat agar tidak becek. Deritan pintu ketika dibuka memberitahukan kita akan adanya gesekan-gesekan yang tak semestinya , baik antar engsel pintu maupun pintu dengan lantai yang diplester kasar.

Ruang tamu kecil. Satu dingklik yang cukup untuk duduk dua orang. Satu lagi dingklik difungsikan sebagai meja. Dipan kecil untuk si kecil tidur. Di sudut ada sebuah sepeda yang sudah agak butut. Mungkin di belakang dingklik yang cukup untuk dua orang  ada satu kamar kecil lagi. More >