Come_unity

Komunitas Sahabat Mata

Jika mata tidak bisa melihat ‘sesuatu’

Jangan anggap ‘sesuatu’ itu tidak ada

Mata adalah jendela bagi manusia untuk bisa menikmati gebyarnya dunia. Mata adalah anugrah yang bisa mengantarkan manusia ke jenjang tertinggi kemanusiaannya. Akan tetapi mata juga bisa mengantarkan manusia ke tempat paling rendah dalam derajat kemanusiaan. Untuk itulah diperlukan ilmu bagaimana memanfaatkan mata dengan semestinya.

Guna mempertanggungjawabkan amanah penglihatan, dibutuhkan satu kepedulian untuk saling mengingatkan dalam memfungsikan mata. Hingga penglihatan bisa menjadi salah satu kunci pembuka pintu surga.

Sebagai upaya mewujudkan hal tersebut, maka Come_unity satu lembaga pengembangan sumber daya insani membangun sebuah komunitas yang diberi nama Komunitas Sahabat Mata pada tanggal 1 Mei 2008.

NAMA LEMBAGA

Come_unity

Komunitas Sahabat Mata

SEKRETARIAT

Griya Arofah lt. 2

Jl. M.T. Haryono Kp. Wotprau no. 23 Semarang telp. (024) 7025 3095

PUSAT KEGIATAN

Rumah Sahabat

Jatisari Indah D1/11 Perum Bukit Jatisari BSB Mijen Semarang telp. (024) 7092 0101, 7056 4090

PONDOK PESANTREN

Pondok pesantren tahfid Al-qur’an ‘Sahabat Mata’ (untuk tunanetra)

Jatisari Asabri D6 no. 35 Perum Bukit Jatisari BSB Mijen Semarang

Visi

Come_unity – Komunitas Sahabat Mata menjadi sebuah wadah yang bisa menginspirasi dan memotivasi pemanfaatan mata dengan haq, hingga mampu menjadi salah satu solusi untuk mengobati penyakit hati sebagai modal dasar membangun insan kamil.

MISI

  1. Membangun kepedulian akan mata dan kesehatannya, hingga memunculkan satu amaliyah pemanfaatan mata sesuai dengan aturan yang haq.
  2. Menggalang gerakan nyata untuk mengurangi resiko kebutaan.
  3. Menyediakan alat Bantu untuk aksesibilitas bagi tunanetra, hingga mereka mampu mengenali dan mengembangkan potensi dirinya guna membangun kemandirian.

AZAS LEMBAGA

Islam

DASAR LEMBAGA

Al-qur’an dan Al-hadits

KEGIATAN

  1. Pentas Amal ‘Perjalanan Cahaya’ untuk 1000 Kacamata bagi Anak Kita. Pementasan teater dengan para pemain tunanetra yang dimaksudkan untuk membangun kepedulian akan kesehatan mata, sekaligus menggalang dana untuk kacamata gratis bagi anak-anak sekolah SD, SMP dan SMA dari keluarga yang kurang mampu. Sampai profil ini disusun, teater ‘perca’ sudah menggelar 4 kali pementasan dan sudah 350 buah kacamata yang disumbangkan. Kegiatan ini akan terus berlanjut, tahap awal ditargetkan bisa menyumbangkan 1000 buah kacamata.
  2. Seminar dan Diklat Al-qur’an Braille. Sebagai upaya untuk memberikan aksesibilitas terhadap saudara-saudara yang tunanetra untuk berinteraksi dengan Al-qur’an. Di tengah terbatas dan mahalnya Al-qur’an Braille, Come_unity – Komunitas Sahabat Mata memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk berpartisipasi dalam program pemberantasan buta huruf Hijaiyyah Braille. Selain menjadi sarana sosialisasi dan pembelajaran Al-qur’an Braille, kegiatan ini juga memberikan kesempatan kepada kaum muslimin untuk mewakafkan sebagian rizkinya untuk pengadaan Al-qur’an Braille. Sampai profil ini disusun, Come_unity – Komunitas sahabat Mata telah mendistribusikan Al-qur’an Braille wakaf dari kaum muslimin sebanyak 83 set. Dan tahun 2010 ditargetkan bisa menggalang wakaf dan mendistribusikan Al-qur’an Braille sebanyak 100 set.
  3. Pondok pesantren tahfid Al-qur’an ‘Sahabat Mata’. Salah satu upaya untuk memberdayakan potensi tunanetra, mereka diberi kesempatan untuk mempertajam daya ingatnya dengan menghafalkan Al-qur’an.
  4. Pengembangan aksesibilitas terhadap Mushaf Al-qur’an bagi mereka yang berkebutuhan khusus, sebuah program untuk memudahkan tunanetra dalam mengakses mushaf Al-qur’an.
  5. Rumah Sahabat. Sebagai pusat kegiatan Come_unity – Komunitas Sahabat Mata. Di dalamnya tersedia perpustakaan Braille, Al-qur’an Braille, perpustakaan Audio, komputer bicara untuk tunanetra yang terkoneksi dengan akses internet, Studio mini untuk produksi buku audio,serta radio komunitas. Juga sebagai pusat pelatihan untuk tunanetra, diantaranya : baca tulis Al-qur’an Braille, komputer, kesenian, pijat, penyiar radio, kewirausahaan, pengembangan kepribadian, dan lain-lain.
  6. Pendampingan terhadap tunenetra yang bersekolah di sekolah inklusif. Pendampingan dilakukan dalam bentuk pelatihan computer bicara sebagai alat bantu bagi peserta didik, menyediakan buku audio, menyediakan reader untuk membacakan buku-buku pelajaran maupun soal-soal ujian, memberikan konsultasi kepada guru untuk memecahkan permasalahan tunanetra sebagai peserta didik dalam proses belajar mengajar.
  7. Pendampingan terhadap mereka yang baru diamanahi ketunanetraan, baik kepada yang bersangkutan maupun keluarganya.
  8. Kegiatan-kegiatan lain yang tidak bertentangan dengan azas, dasar, visi dan misi lembaga.