Secercah Harapan, Pemanfaatan Teknologi Secara Tepat
Sebenarnya aku tak tahu persis acara yang akan aku hadiri hari ini. Hanya ada satu keinginan yang selama ini memang selalu kupupuk dan kurawat agar terus tumbuh dengan semestinya. Silaturahim.
Ya, silaturahim. Satu amaliyah yang selama ini cukup ampuh untuk membuka simpul-simpul kehidupan. Dan itu pasti, karena itulah yang telah dijanjikan oleh Sang Penguasa Hidup ini.
Jam 9 pagi aku harus sudah sampai di Hottel Gumaya. “Akhirnya, aku bisa masuk juga ke dalam hotel yang pernah dipenuhi dengan kontroversi ini, “ batinku. Seperti biasa, aku sudah memperhitungkan jarak dan waktu tempuh yang harus aku lalui. Tepat jam 07.30 aku keluar dari pintu rumahku ditemani oleh Ridho, anak keduaku. Aku berharap anakku ini bisa belajar dari bapaknya.
Alhamdulillah, kami bisa memenuhi target. Beberapa menit menjelang jam 9 kami sudah berada di depan meja registrasi peserta. Setelah mengisi daftar hadir, kami pun masuk ke ruang yang telah dipersiapkan. Dari keheningan suara dan rasa dingin yang langsung menyengat aku bisa memastikan bahwa paling tidak kami termasuk orang-orang yang paling awal masuk ruangan ini.
‘Kepanasan’ di dalam bis, ‘kanginan’ di atas becak dan sekarang ‘kedinginan’ di ruangan ini. He 7x. Waktu yang cukup singkat untuk menikmati ketiganya. Subhanallah.
Pesta Blogger 2010 dan XL Net Rally
Informasi awal yang kuperoleh kegiatan ini adalah rangkaian dari Pesta Blogger 2010. Makanya kuajak Ridho untuk menemaniku, toh di sekolahnya hari ini tidak ada pelajaran karena ada lomba-lomba dalam rangka 17-an. Semoga bermanfaat untuk menambah ilmu ngenetnya. 
Baru aku tahu, ini adalah kerjasama Sahabat-sahabat di Pesta Blogger 2010 dengan XL sebagai operator seluler yang sedang bersiap-siap dengan program di bulan ramadhan tahun ini.
Mendengar kata XL yang pertama kali menyeruak di pikiranku adalah komplain dari beberapa Sahabat yang sering kesulitan menghubungi nomor XL yang kupakai. “sinyalnya dangtek, “ kataku ke sahabat-sahabat yang komplain itu. Kadang ada, kadang blank sama sekali. Dan parahnya yang sering adalah blanknya itu.
Beberapa Sahabat sudah menyarankan untuk membuang saja nomor itu. “Tidak, “ kataku. Ini adalah nomor XL yang terakhir yang pernah kupakai. Toh dangtek sinyal baru beberapa bulan terakhir ini kualami ( baru kuingat ternyata sudah lebih dari 12 bulan ). Lama juga ternyata. Dulu tidak separah ini, ah dulu itu masih tahun 2008.
Aku teringat saat-saat itu.
Saat-saat aku dan Sahabat-sahabat di Sahabat Mata dianggap ‘nyalahi kodrat’.
Di tengah-tengah keterbatasan dan kebutuhan khusus kami, kami mencoba membuka ruang baru. Dengan modal ‘keyakinan’ dan ‘kenekatan’, kami akan pentaskan sebuah pertunjukan teater dengan semua pemainnya tunanetra.
Hambatan luar biasa yang harus kami lalui. Baik dari dalam diri kami maupun dari mereka yang belum bisa memahami keinginan kami. Silih bergantia menerpa ‘keyakinan’ dan ‘kenekatan’ kami.
Salah satu hambatan yang harus kami atasi adalah masalah keterbatasan mobilitas kami. Aku yang menulis naskah sekaligus mencoba menyutradarainya bersama 7 orang pemain adalah tunanetra. 1 orang low vision agak mending, 2 orang low vision parah dan 5 orang tunanetra total.
Konsekuensi logis dari ‘keyakinan’ dan ‘kenekatan’ kami adalah kami harus berlatih bersama-sama. Karena waktu masih dirasa agak longgar hal itu tidak terasa menjadi masalah yang mengganngu. Baru ketika mendekati hari H yang telah kami tentukan untuk pentas, kami baru sadar bahwa kami harus lebih sering untuk berlatih lagi. Artinya kami harus lebih sering ngumpul di satu tempat untuk berlatih.
Padahal, tempat berlatih kami ada di sekitar Mataram. Ada 2 orang pemain yang tinggal di sana. 1 pemain tinggal di pedurungan, 1 pemain di Jatingaleh, 1 pemain di Srondol, 1 pemain di Kebonharjo dan seorang lagi di Lemah Gempal. Sedang aku sendiri tinggal di Mijen, kalau naik bus makan waktu 1,5 jam sampai di tempat latihan.
Alhamdulillah, saat-saat seperti itulah kami benar-benar merasakan betapa sangat membantunya alat komunikasi yang kami miliki.
Lebih dari sebulan, setiap selepas subuh kami melanjutkan latihan dialog dari rumah masing-masing. Memanfaatkan tarif gratisan dari XL itu. Ya, waktu itu kami benar-benar merasakan manfaat yang luar biasa. Kami bisa menyiasati keterbatasan mobilitas kami.
Dan ketika ada pemain yang tidak bisa hadir dalam latihan, kami gunakan handphone kami untuk bisa menghadirkannya di tengah-tengah kami. Ya dengan tariff murah XL itu.
Jika ingin mengetahui hasil pementasan kami silahkan lihat di
http://www.jalancahaya.org/pentas-teater-tunanetra.html
Sekarang ?
Terutama di sekitar rumahku, lebih sering blank signal. Kalau toh ada ya sesekali saja. Makanya ada secercah harapan ketika melihat hasil dari XL Net Rally kali ini yang dipenuhi dengan jalur hijau di sepanjang jalur mudik. Masalahnya lokasi rumahku bukan termasuk jalur mudik itu.
Semoga Allah SWT selalu memandaikan kita untuk mampu memanfaatkan alat Bantu (teknologi) dengan haq, hingga menjadi pemungkin kita untuk bertemu dengan senyum-Nya kelak di akhirat, amin. (Sahabat Mata 01)
(Salam untuk Mbak Ros, Mbak Ana, Pak Indra, Riski, Sofyan, Satrio dan Andhy yang tetap semangat di tengah keterbatasannya )



about 1 year ago
mas basuki, ini rara, semoga masih ingat denganku
terima kasih mas, sudah datang di acara kemarin. Sharingnya pun sangat menyentuh hati dan menginspirasi teman-teman blogger yang datang.
Salut banget ama teman-teman Komunitas Sahabat Mata, dan saya ingin banget mas Basuki nanti bisa ikut sharing di acara puncak Pesta Blogger 2010 bulan Oktober nanti.
Sampai ketemu lagi yaaa.. senang sudah bisa bertemu langsung dengan mas Basuki. Selama ini nama dan ceritanya hanya melalui teman-teman di komunitas loenpia saja.
about 1 year ago
weee…kerennnn
saya juga datang loh mas
hehe
about 1 year ago
Insya Allah Mbak Rara,
kami sangat senang besa bersilaturahim dengan sahabat-sahabat semua
about 1 year ago
semoga teman teman dari sahabat mata bisa lebih menginspirasi banyak orang
about 1 year ago
Kenalkan Mas, nama saya Bradley, dari komunitas blogger Depok. Terima kasih atas sharingnya di acara XL Net Rally kemarin. Sangat menggugah semangat kami para blogger untuk berbuat lebih banyak bagi masyarakat sesuai keahlian dan hobi kami. Semoga tetap semangat belajar komputer dan internetnya.
Seperti pesan Rara, kalau bisa saya juga ingin mendengar sharing Mas Basuki di Jakarta pada Oktober nanti. Mudah-mudahan ya Mas. Terima kasih.
about 1 year ago
Hello mas, kenalkan, nama saya Anggie dari komunitas Bandung Blog Village..
Jujur, saya amat kagum dan salut atas sharingnya di acara XL Network Rally kemarin, memberikan motivasi untuk para blogger
Salam kenal