Rabu, 9 Juli 2010.

Pagi yang cerah. Di awalli dengan doa agar ‘sensitif’ yang menggelayuti hari-hari kemarin  semoga berlalu. Maafkan aku tak tahu harus menyebutnya apa. Aku tak ingin ada Sahabat yang terluka akibat kebodohanku. Maafkan aku Mbak Nida, Sahabat dari Lumpia, yang sempat mendengar ketusnya suaraku via handphone di tengah deru lalu lalang kendaraan di atas jembatan Banjir Kanal Barat. Juga Mas Sasongko, pembuat tahu bakso kesukaan keluargaku, yang sempat pula menerima sengatan lisanku yang tak mengenakkan. Semoga Allah SWT mengampuni kecerobohanku. More >