“Iiih ! Sebel deh !” kata Paini mengawali pentas teater ‘Perca’ dalam acara pembukaan Semarang Pesta Sejuta Buku 1 Desember 2011 di Gedung Wanita 1 Desember 2011 pukul 16.00 WIB

Lakon ‘Lesatan Cahaya’ ini didukung oleh Ma’unah, Satrio, Sofyan dan Imron. Sedang 2 pemain lainnya terpaksa harus absen karena durasi waktu yang dipangkas oleh protokoler. Drama 1 babak yang seharusnya berdurasi 15 menit berkurang menjadi 7 menit.

4 jam menjelang pementasan berita yang mengejutkan itu datang. Mbak Asti sebagai koordinator acara menginformasikan bahwa durasi pementasan berkurang menjadi 7 menit.

Alhamdulillah, dengan sepenuh keikhlasan (he 7x), tim ‘Perca’ memutuskan Andhi dan Jito untuk tidak main. Subhanallah 4 jam yang cukup menegangkan.

Tema keseharian yang diangkat menjadi cermin kehidupan tunanetra yang selama ini masih menjadi kelas pinggiran di masyarakat. Stigma bahwa tunanetra selalu harus dikasihani dan dibantu coba untuk di dobrak.

“Buktikanlah dengan prestasi, “ kata Mbah Kromo yang diperankan oleh Sofyan. Dan ‘Jangan menyerah’ mengakhiri pentas teater ‘Perca’ kali ini.

Pemain :

  • Mau’nah sebagai Paini.
  • Satrio sebagai Paitro.
  • Sofyan sebagai Mbah Kromo.
  • Imron sebagai penata musik.
  • Adhim sebagai penata rias.
  • Sutradara Basuki.